Tampilkan postingan dengan label broadcasting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label broadcasting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Februari 2011

Low Wide Angle Shot

Wide Shot! seringkali menjadi kata kunci bagi para Film Director, TV
Director dan DOP. Kenapa? karena Wide SHot mempunyai banyak arti dan sangat berguna untuk mengembangkan Kreativitas Gambar. Wide Shot juga dikenal dengan sebutan Wide Angle. Dengan focal lengths yang lebih pendek Wide Angle dapat menciptakan kedalaman gambar dengan lebih luas.
low angleSalah satu komposisi gambar yang populer di Amerika Serikat terutama untuk TV Features/documentary/drama/music video adalah "Low Wide Angle Shot". Angle ini dipakai untuk scene awal atau scene untuk menunjukkan kebesaran, kemewahan dan keluasan. Caranya? tidak sulit.
Carilah Blocking Camera yang mengarah pada objek yang besar atau tinggi. Lalu, letakkan kamera dengan lensa wide serendah-rendahnya.
Kalau perlu posisi sejajar dengan lantai dasar atau tanah tempat
berpijak. Kemudian, arahkan posisi kamera kepada objek yang
tinggi/besar/banyak. Bila anda menggunakan film look 16:9, tilt up
kamera sedikit dan zoom out sesuka anda. Perhatikan jarak kamera dengan objek lalu rubahlah posisi sesuka anda. Agar gambar lebih cantik, tambahkan Foreground dengan objek yang bergerak misalnya langkah kaki atau mainan mobil. Gambar anda akan terasa luas dan lebar. Maksimalkan fungsi zoom in/ zoom out sesuai kebutuhan
artistik visual yang anda inginkan.
CNN, BBC, Fox, ABC, VOA, NBC, dsb banyak menggunakan "Low Wide Angle Shot" untuk mengeksploitasi objek agar terlihat besar, padat, luas dan sangat dalam. Barisan prajurit yang hanya lima orang, menjadi kokoh, seram, tegang hanya karena Cameraman menggunakan low wide angle shot. Padahal, belum tentu begitu adanya bila dilihat dengan mata telanjang.
Jadi, siapa bilang berita itu objektif? dalam seni visual, nilai objektifitas berita menjadi sangat subjektif dimonopoli oleh reporter dan camera person melalui eksplotasi gambar. Salah satunya ya "Low Wide Angle Shot"....

Kamis, 17 Februari 2011

Program Radio : Materi Pendukung Program Acara di Radio


Untuk membuat program acara radio yang baik, selain dibutuhkan crew siaran yang profesional (Produser, Announcer, Music Director, Script Writer, production), dibutuhkan pula elemen-elemen pendukung yang akan membuat program acara menjadi lebih hidup dan 'berwarna'. Sebelum dimasukkan dalam penyusunan program acara (programing) dan siap untuk disiarkan ada beberapa elemen/pendukung acara yang harus disiapkan terlebih dahulu.
Berikut ini beberapa elemen program acara radio yang harus ada sebagai materi pendukung saat disiarkan nanti, antara lain berupa : bumper in/out, jingle, musik/lagu, sound effect, backsound, topic, serta materi kata.
1.       Bumper
Bumper merupakan penanda singkat mengenai sebuah program acara. Durasinya cukup singkat, sekitar 2 - 15 detik. Bumper bisa menjadi penanda saat sebuah program akan dimulai (Bumper In) atau penanda bahwa program acara telah berakhir (Bumper Out). Isinya merupakan penjelasan singkat
tentang program acara tersebut (brief announcement). Misal, Bumper In : "Sesaat lagi Anda akan mengikuti Bincang Bisnis bersama dengan pakar Bisnis Rhenaldi". Atau, Bumper Out : " Baru saja Anda simak Acara Quiz Tebar Pesona, simak acara ini setiap hari hanya di radio ini". Agar lebih menarik Bumper biasanya dipadukan dengan musik stinger atau musik intro/exit.Bumper bisa juga ditempatkan di antara iklan dan program acara yang biasa disebut Break Bumper dimana fungsinya sebenarnya mirip dengan Id's Program.
2.       Jingle / Id's Program
Jingle atau id's program merupakan identitas sebuah program dalam bentuk musik, narasi, atau lagu (musik dengan lirik). Durasinya pun cukup singkat sekitar 15 - 30 detik. Isi jingle atau id's program biasanya berupa judul acara, nama radio, serta frekwensi radio tersebut. Bentuk jingle atau id's program yang berupa musik dan lagu biasanya tampil cukup menarik dan bahkan menjadi earcatching bagi audience, sehingga begitu jingle atau id's program diputar audience langsung tahu mereka sedang mengikuti acara apa. Jingle/id's program biasanya diputar setelah break iklan sebelum lagu diputar, fungsinya selain sebagai identitas program sekaligus sebagai bridging antara iklan dan lagu.
Pemutaran Id's Program biasanya bergantian dengan Id's Station yang menginformasikan nama radio dan frekwensinya.
3.       Musik / Lagu
Musik atau lagu (musik dengan lirik) merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah program acara. Musik dan lagu yang ditampilkan dalam program acara biasanya diturunkan dari format station yang dianut oleh radio tersebut. Ketika format station yang dipilih Top 40 misalnya, maka tentu musik dan lagu yang bisa diputar dalam program acara adalah musik dan lagu yang sesuai dengan format Top 40, yaitu : harus lagu terbaru, lagu yang sedang menjadi hits, usia lagu tidak lebih dari 2-3 bulan, dan sebagainya. Ketentuan tentang lagu apa yang bisa diputar dan tidak bisa diputarkan harus jelas. Di format Top 40 tentu saja tidak akan memutarkan lagu kenangan atau lagu lama (oldies song).
Begitu pula dengan pilihan format station lainnya, pemutaran lagu atau jenis musik yang dipilih juga harus menyesuaikan.
4.       Sound Effect
Sound effect tentu saja berisi berbagai macam suara dan sound yang menirukan berbagai bunyi seperti binatang, manusia, suara alam, perlengkapan rumah tangga, kendaraan, mesin, senjata, teknologi, gadget, komputer, dan sebagainya. Bunyi-bunyian inilah yang bisa memberikan suasana lebih hidup dalam siaran radio. Sifat radio yang auditif membuatnya memiliki ruang imajinasi bagi audience, sehingga sound effect ini akan membuat ruang imajinasi audience semakin hidup dan siaran menjadi semakin menarik. Misalnya, saat siaran pagi hari akan menjadi lebih hidup ketika disertai dengan sound effect suara kicauan burung. Contoh lain misalnya pada acara quiz, ketika ada yang menjawab pertanyaan kuis disertai dengan sound effect tepuk tangan dan musik smash untuk jawaban yang benar. Dengan sound effect ini akan membuat siaran lebih dinamis dan memunculkan 'theater of mind' dalam benak audience, karena ada efek dramatisasi yang ditimbulkan.
5.       Backsound
Backsound merupakan musik latar yang akan mengarahkan pada suasana atau atmosfer tertentu sesuai yang dikehendaki dalam sebuah program acara. Beat musik serta warna musik yang dipilih akan membawa pada suasana Siaran yang diinginkan. Suasana romantis, akan tepat diberi backsound yang beatnya slow, serta easy listening. Suasana riang, gembira, menyenangkan bisa terbangun dengan memutarkan backsound musik yang memiliki beat medium atau fast. Backsound sebaiknya dipilih berupa musik instrumentalia tanpa ada latar suara penyanyi, karena suara penyanyi akan mengganggu ketika penyiar on mike. Apalagi kalau lagunya terkenal dan sedang hits, dikawatirkan audience justru akan fokus mendengarkan backsoundnya daripada suara penyiarnya.
6.       Topik/tema
Untuk mendapatkan siaran yang baik tentu seorang penyiar harus memiliki materi siaran berupa tema atau topik yang akan disampaikan sebagai bahan siaran. Seorang penyiar tidak hanya bertugas memutarkan lagu, menerima telpon, atau membaca request lagu. Tapi, seorang penyiar harus menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi audiencenya dan mengajak audience untuk berinteraksi dengan perbincangan yang ada. Karena itulah topik atau tema siaran sangat penting bagi seorang penyiar. Dengan tema siaran yang telah disiapkan, membuat materi siaran lebih berisi, tidak sekedar kirim salam atau memutar lagu. Tetapi, ada pesan yang disampaikan kepada audience. Selain itu, penyiar akan lebih fokus, runtut dan memiliki angle/perspektif yang variatif dalam menyampaikan materi siaran. Dalam satu program acara, penyiar bisa menyampaikan hanya satu tema besar saja. Selanjutnya, tema besar tersebut bisa dibagi-bagi dalam beberapa materi siaran yang disampaikan oleh penyiar dari berbagai perspektif.
7.       Materi Kata
Materi kata adalah materi yang telah disiapkan oleh script writer sebagai bahan omongan bagi penyiar. Materi kata ini dibuat oleh Script Writer berdasar topik/tema yang telah ditentukan sebelumnya. Dari tema siaran yang ada Script Writer akan membuat materi kata yang sesuai tema dari beberapa sudut pandang. Materi kata inilah yang kemudian akan dikembangkan oleh penyiar dengan bahasanya sendiri sewaktu 'berbicara' dengan audience.

Program Radio : Crew Departemen Program : Producer

Producer atau produser, istilah dipergunakan dalam manajemen produksi program televise dan produksi program radio sekaligus. Meskipun memiliki tanggung jawab yang hampir sama, dalam struktur organisasi di produksi program radio dan produksi program televise, Produser memiliki posisi yang berbeda.
Hampir mirip dengan produser di produksi televisi/film/video, Produser program radio memiliki tanggungjawab terhadap sebuah program acara di radio, menjamin terselenggaranya program acara dalam sebuah siaran radio, sesuai dengan standart mutu acara yang telah ditetapkan oleh Program Director. Serta mendukung tujuan penyelenggaran siaran untuk mencapai jumlah pendengar dan usaha peningkatan pendapatan yang telah ditetapkan oleh station radio tersebut.
Dalam program televise atau dalam produksi film/video (Effendy, 2005: 60), predikat ini disandang oleh orang yang memproduksi sebuah film, bukan membiayai atau menanam investasi dalam sebuah produksi film.  Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi sesuai tujuan yang diterapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi, sesuai dengan anggaran yang telah disepakati oleh Executive Producer(s). 
Dalam struktur organisasi, produser program radio ada di bawah Program Director dan sejajar dengan beberapa jabatan lainnya, antara lain : Administration Program, Music Director, Script Writer serta Production. Hal ini berbeda dengan jabatan produser dalam produksi program televise/film/video yang memiliki posisi di top manajemen produksi.
Produser dalam program radio (selanjutnya disebut produser saja), sesuai dengan struktur organisasi, memiliki tanggung jawab dan tugas sesuai dengan arahan dari Program Director.  Beberapa pekerjaan Produser yang berhubungan langsung dengan Program Director antara lain :
  1. Memberikan laporan secara berkala (mingguan atau bulanan) kepada Program Director .
  2. Melakukan evaluasi program siaran yang menjadi tanggungjawabnya, serta bisa memberikan usulan perbaikan maupun pengembangan suatu program acara.
  3. Menjadi penghubung antara Program Director dengan crew siaran lainnya untuk menjamin pelaksanaan program siaran sesuai dengan format siaran dan tujuan yang telah ditetapkan ( misalnya dengan Announcer, reporter, Operator Mixer/Phone, serta dengan narasumber, tamu atau Special Announcer).
  4. Mewakili Program Director menjalankan sebuah program acara dan memberikan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan program acara dan materi pendukung program acara, apabila  Program Director berhalangan.
  5. Membuat jadwal penyiar, operator serta penyesuaian apabila ada yang berhalangan atas persetujuan Program Director.

Selain bertanggungjawab dan melapor kepada Program Director, Produser memiliki tugas dan kewenangan terhadap pelenggaraan siaran yang berkaitan dengan crew siaran lainnya, yaitu : Announcer, reporter, Operator Mixer/Phone, serta dengan narasumber, tamu atau Special Announcer. Tugas dan kewenangan yang berkaitan langsung crew siaran ini, antara lain :
  1. Memastikan terselenggaranya program siaran beserta seluruh materi pendukung siaran yang diperlukan, misal : tema siaran, play list, narasumber, id's program, dsb.
  2. Mencatat pelaksanaan jam tugas penyiar dan operator setiap akhir bulan sebagai bahan bagi departemen keuangan dalam melakukan penghitungan gaji.
  3. Membuat laporan/evaluasi suatu produksi acara agar dapat dijadikan bahan dalam meningkatkan kualitas acara di masa mendatang.Melakukan koordinasi dengan staf di Departemen Program lainnya berkaitan dengan materi pendukung siaran.
  4. Melakukan koordinasi dengan staf di Departemen Program lainnya berkaitan dengan materi pendukung siaran.
  • Koordinasi dengan Scrip Writer untuk memastikan materi kata yang sesuai tema siaran yang telah disepakati.
  • Kemudian melakukan koordinasi dengan Music Director untuk memastikan play list lagu yang sesuai tema, serta sound effect yang akan mendukung tema.
  • Koordinasi dengan Production dilakukan untuk membuat Bumper In/Out, atau smash dan sound effect khusus.
  • Selanjutnya, koordinasi dengan Administration untuk memastikan segala administrasi yang berkaitan dengan proses siaran, missal : log book iklan, rencana siaran, dsb.
  • Koordinasi dengan operator telepohone untuk memastikan kontak dan kehadiran narasumber dan mencari penggantinya apabila berhalangan.
  • Sedangkan dengan operator mixer untuk memastikan play list telah disusun sesuai materi pendukung siaran.

PERLENGKAPAN PRODUKSI PART 1


PENGERTIAN STASIUN
DAN
STUDIO TELEVISI / RADIO

Stasiun Televisi/Radio adalah :
Tempat berbagai kegiatan dari Organisasi Penyiaran, mulai dari kegiatan perencanaan, pembuatan program, proses produksi, administrasi dan proses penyiaran.

Studio Televisi/Radio adalah :
Tempat memproduksi paket siaran televisi/radio dan sekaligus tempat menyiarkan. Stasiun Televisi/radio dapat hanya memiliki satu studio. Dapat pula lebih dari satu, tergantung besar kecilnya stasiun televisi/radio dan kegunaannya.

Maka dapat disimpulkan bahwa studio televisi/radio hanyalah satu bagian saja dari stasiun televis/radio yaitu tempat untuk memproduksi paket siaran televisi/radio.
Di Indonesia (TVRI) pemancarnya masih terletak di dalam komplek Stasiun. Hal ini sebenarnya salah, kenapa ?
Karena daya magnet dari pemancar yang akan
mengurangi kualitas dokumentasi.

STUDIO TELEVISI
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan studio :

* Ruang harus didesain untuk menempatkan kamera elektronik.
* Biasanya stasiun televisi memiliki lebih dari satu studio dengan berbagai ukuran.
* Lantai studio harus kuat dan rata untuk mempermudah gerakan kamera ke segala arah.
* Ruang studio tidak boleh ada jendela agar sinar dari luar tidak masuk sehingga mengganggu sistem pencahayaan.
* Sebagai pengaman, di depan pintu studio dilengkapi dengan lampu merah yang memberi tanda bila menyala, berarti di dalam studio baru dipakai untuk produksi atau rekaman.



PENGENALAN STUDIO TELEVISI
Gambar 1. Studio televisi nampak penataan lampu, studio monitor dan jendela kaca yang digunakan sebagai jendela pengmatan studio. (Millerson 1985
Gambar 1. Studio televisi nampak penataan lampu, studio monitor dan jendela
kaca yang digunakan sebagai jendela pengmatan studio. (Millerson 1985).




Gambar 2. Ruang produksi, nampak pengarah acara didampingi pembantu pengarah acara. Pengarah teknik dan penata suara. (Millerson 1985)Gambar 2. Ruang produksi, nampak pengarah acara didampingi pembantu
pengarah acara. Pengarah teknik dan penata suara. (Millerson 1985).


Gambar 3. Ruang produksi yang terdiri dari 3 bagian, ruang 1 untuk Pengarah Acara dan Pengarah Teknik. Ruang 2 untuk penata lampu dan penata gambar. Ruang 3 untuk penata suara.Gambar 3. Ruang produksi yang terdiri dari 3 bagian,
ruang 1 untuk Pengarah Acara dan Pengarah Teknik.
Ruang 2 untuk penata lampu dan penata gambar.
Ruang 3 untuk penata suara.


Studio Fixed Set Program Famous to FamousStudio Fixed Set Program Famous to Famous


MACAM-MACAM FUNGSI STUDIO RADIO


CONTINUTY STUDIO (Studio kesinambungan)
Studio ini gunanya untuk penyiar kesinambungan artinya dipakai sekalikaliuntuk penyampaian mata acara kepada pendengar, atau hanya untuk station call.

PRODUCTION STUDIO (Studio produksi)
Studio ini dipergunakan untuk memproduksi acara-acara yang akandisiatkan, jadi hanya untuk menyiarkan acara siaran atau dengan kata lain studio khusus untuk rekaman acara

BAGIAN BAGIAN DARI STUDIO

MULTYPURPOSE STUDIO (Studio serbaguna)
Studio ini gunanya untuk merekam apa saja, misalnya saja ada rekaman mendadak atau untuk wawancara dengan pejabat pemerintah.
Dapat juga apoabila studio siatran mendapat kerusakanmendadak, studio ini dapat dipergunakan.

DRAMA/RADIO PLAY STUDIO (Studio sandiwara)
Studio ini dipergunakan untuk merekam atau memproduksi sandiwara Radio, studio ini dilengkapi dengan alat0alat sound effect, misalnya saja batu kerikil, alat untuk menghasilkan suara angin dll.

Jumat, 11 Februari 2011

Tips pengambilan gambar dan pergerakan kamera

seringkali dalam mengambil gambar kita kurang memperhatikan pergerakan, artinya kamera terlalu banyak bergerak, tidak fokus terhadap objek tertentu, terlalu banyak getaran, sudut pengambilan gambar yang monoton, dan lain sebagainya, Sedikit tips pergerakan kamera dari saya, khususnya untuk yang mengandalkan satu kamera saja :

1. kamera harus fokus terhadap objek tertentu.
2. jangan terlalu mengikuti objek yang banyak bergerak kesana kemari, apabila objek bergerak, pause kamera dan shoot lagi dari sudut yang berbeda.
3. apabila terpaksa mengikuti pergerakan objek, lakukan pergerakan kamera dalam satu gerakan searah saja, lalu lakukan tips 2.
4. Apabila banyak objek yang harus dishot, lakukan dengan cara pause and record saat berganti objek, atau lakukan dengan gerakan searah saja jangan berbalik lagi kearah yg berlawanan, karena bikin pusing yang nonton, lebih baik pause dan pilih lagi objek yang akan dishoot.
5. hindari tehnik zoom sebisa mungkin jika tidak menggunakan tripod, lebih baik mendekat sebisa mungkin kearah objek untuk mengurangi efek getaran.

Bekerja di Ruang Kendali Siar TV

Meski nggak pernah menyangka sebelumnya kalau saya bakal diterima bekerja sebagai salah seorang personel Kendali Siar di sebuah stasiun tv lokal di Bandung, saya merasa terdorong dan ingin mencoba untuk menuliskan sedikit hal yang saya telah ketahui/pelajari mengenai apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi crew di bagian penyiaran televisi seperti saya.
Secara umum, tugas dari seorang operator penyiaran (biasa disebut Crew Master Control atau MC) adalah menayangkan program yang telah tersusun serta menjaga kelancaran dari program siaran secara kualitatif. Artinya, sekelompok personel MC bertanggungjawab dalam hal kelancaran jalannya program tayang serta menjaga kualitas penayangan gambar maupun audio, baik pada acara yang recorded maupun live. Dikatakan ‘sekelompok’ karena dalam melaksanakan tugasnya, MC harus bekerja secara tim di masing-masing posisi. Posisi yang dimaksud adalah bahwa tiap-tiap personel menangani alat yang berbeda, sehingga dibagi-bagi berdasarkan alat yang dioperasikannya. Posisi tersebut antara lain Audioman, Switcher, Server Operator, Teleprompter,  VTR Operator, CG Operator dll.Berikut penjelasan mengenai beberapa posisi tersebut:
  1. Audioman, bertugas mengatur kualitas output audio pada program tayang. Alat yang dioperasikannya adalah audio mixer, media player(bisa berupa CD audio player, Tape recorder, dsb.), maupun komputer audio. Pada acara live, audioman juga bertanggungjawab untuk memastikan alat-alat tambahan/penunjang audio (seperti microphone, speaker studio, amplifier, hybrid phone-line dsb.) bisa berfungsi dengan baik.
  2. Switcher Operator, mengoperasikan alat yang namanya AV mixer atau lebih sering disebut switcher. Dengan alat tersebut, seorang operator switcher dapat memindah-mindah (switching) gambar dari berbagai video input channel, mengubah efek transisi/perpindahan, mengatur warna, kontras, ketajaman, kecerahan, ataupun memanipulasi format penayangan gambar.
  3. Server Operator, secara umum operator server bertugas menyusun program tayang (termasuk di dalamnya iklan, promo, bumper, still, dsb.) pada komputer sesuai dengan rundown yang ada.
  4. CG Operator, mengoperasikan software CG (Character Generator) pada komputer untuk menampilkan CG atau efek grafis pada program tayang. Efek grafis tersebut biasanya berupa block title (misalnya berupa tampilan grafis untuk nama presenter, tema acara, nama penelepon, judul berita,  judul/keterangan lagu, dsb.), logo (logo stasiun tv, logo program, logo siaran langsung/ulang ), ataupun credit title/kerabat kerja, dsb.
  5. Teleprompter, bertugas mengoperasikan komputer teleprompter, yaitu komputer yang tersambung dengan kamera prompter di studio yang dapat menampilkan baris teks yang akan dibaca oleh presenter/host/newscaster.
  6. VTR operator, bertugas merekam, mencatat rekaman, meng-capture, dan meng-copy materi program tayang. VTR (Video Tape Recorder) player adalah pemutar kaset untuk video. Format kaset yang umum antara lain Betacam dan MiniDV.

Kamis, 10 Februari 2011

Materi Produksi dan Sarana Produksi (Berfikir Tentang Produksi Program TV)


Karakteristik Televisi:

Televisi sebagai media elektronik audio visual dapat menghadirkan sesuatu yang actual dan secara serempak dapat diterima oleh khalayak penontonnya. Contoh yang paling nyata adalah saat kita melihat pertandingan liga utama Inggris, Talk Show Empat Mata, Grand Prix Formula 1 dan Upacara 17 Agustus di Istana Negara.

Itulah yang membedakan dengan film. Jika film, kita harus menunggu beberapa saat dulu sebelum dilihat. Disebabkan karena melalui proses yang panjang, dari penulisan naskah, persiapan produksi, produksi atau rekaman dan paska produksi (editing, dubing dan mixing).

Dari uraian tersebut maka kita harus dapat memikirkan apa yang akan kita produksi harus mudah dimengerti olah khalayak. Kita dapat menerima informasi melalui panca indera kita seperti mata, telinga, hidung, kulit dan mulut. Mata merupakan alat penerima informasi terbesar yaitu 75 %. Itulah sebabnya mengapa ada orang yang berani meyakinkan orang lain dengan mengatakan “Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri”. Media Televisi menghadirkan informasi tidak hanya yang bersifat Visual tapi juga Audio, walaupun unsur unsur visual lebih dominan.
Tema/Ide
Ide adalah Pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton. Ide biasanya dapat datang dari pimpinan produksi, penulis naskah, sutradara atau pengarah acara.
Tema untuk program siaran televisi adalah apa yang disebut Simulated Experience tentang:
    •  Melihat sesuatu yang belum pernah dilihat
    • Berjumpa dengan seseorang yang sebelumnya belum pernah dijumpai.
    • Datang ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.
(Maka kita perlu menyesuaikan dengan Selera, Keinginan dan Kebutuhan Khalayak)
Tema yang tidak cocok untuk televisi:
Tema yang abstrak misalnya menggambarkan kemungkinan kondisi ekonomi atau politik pada lima tahun mendatang serta berbagai upaya untuk mengatasi. Tema tersebut lebih mudah diucapkan daripada ditunjukkan dengan gambar.
Tema yang disusun berdasarkan teori dan kelihatannya mudah misalnya: A adalah B tetapi bukan D sedang D sendiri sama saja B.
Tema yang memerlukan berbagai table, grafik, yang memerlukan penjelasan dan durasi panjang untuk mengamati.
Tema yang mengharuskan khalayak untuk mengingat perbendaharaan ilmu pengetahuan.
Tema yang tidak dapat dimanfaatkan apabila data tidak ada di khalayak. Contoh: saat kita mendengarkan ceramah yang alat peraganya menggunakan overhead projector dan sebagainya. Dapat anda bayangkan jika peserta belum memiliki catatan atau naskah maka peserta harus tergesa gesa mencatat. Untuk televisi jelas durasi sangat terbatas.
Tema yang sulit dijelaskan dengan gambar kecuali dengan kata kata. Seperti perintah “Tolong pakaian bayi itu diganti”. Nah ini cukup diucapkan saja.
Gambar Yang Logis
Orang melempar batu. Dari Long Shot orang yang akan melempar batu, Medium Close Up Orang yang siap melempar batu dan melempar, cut to….
Extreme Long shot Pasar, Medium shot pembeli membelakangi kamera dan terlihat penjual sedang membungkus cabe.
Beberapa orang sedang makan makanan yang lezat di sebuah restoran yang mewah sedangkan gambar lain menunjukkan seorang gadis sedang duduk dipinggir jalan, kedinginan dengan pakaian lusuh. Ini menunjukkan suatu adegan yang kontras.
Sebuah pantai di pulau yang indah, dengan hamparan pasir yang putih, terlihat beberapa orang asing sedang berjemur lalu terlihat mereka membuang plastik dan sampah seenaknya. Fade out to Fade in gambar pantai yang kumuh dan sepi.
Sarana Produksi
Pada Organisasi Stasiun Televisi biasanya terdapat crew atau kelompok kerja produksi, pengisi acara (artis), dan peralatan.
Crew Produksi terdiri dari
Satuan kerja produksi: – Kepala Siaran, Perencana Siaran/Produser, Pengarah Acara, Penulis Naskah, Pembaca Berita, Pewawancara (reporter), Penyiar Kesinambungan atau Continuity Announcer.
Fasilitas Produksi: – Perekayasa Dekorasi, Perekayasa Grafik, Peneta Rias dan Busana, Propertyman, Pelukis.
Satuan Kerja Operator Teknik: -Technical Director, Penata lampu (cahaya), Kameraman, Penata Suara, Switcherman.
Satuan Kerja Teknisi (engineering): – maintanace, instalator (pemasang), Telecine, VTR, Pemancar.
Pengisis Acara
Pakar, Artis, Tokoh masyarakat, Penyanyi, Presenter.
Peralatan Produksi
Kamera, Lighting (lampu), Microphone, Tripood, Crane, Dolly, Pedestal, Switcher, Mixer, Video Tape Recorder.
Biaya Produksi, Organisasi Pelaksanaan Produksi
Kita dapat menggali sumber dana untuk biaya produksi, antara lain:
a. Private Investor :
Perorangan yang tertarik untuk berinvestasi dalam sebuah produksi. Biasanya ada yang berhitung secara bisnis (memberi modal) atau sekedar mencari kepuasan ataupun prestis. (misalnya : Rudy Sujarwo dan Setiawan Djodi)
b. Corporate Sponsorship
Perusahaan publik yang memiliki alokasi dana untuk produksi film/video misalnya: Sony, Mobil Oil, Panasonic, BASF. Kita dapat menawarkan proposal produksi kita melalui humas perusahaan tersebut.
c. Public Foundation Grants
BP2N di Indonesia pernah memberi pinjaman dana untuk beberapa film karya: Nano, Garin Nugroho, Slamet Rahardjo dsb.
d. Pemerintah Daerah
Pemda sering mendanai sebuah produksi film/video untuk tujuan mengenalkan potensi daerah atau promosi wisata misalnya Pemda DKI yang mendanai film Fatahilah karena mengandung unsur sejarah.
e. Private Foundation Grants
Adalah Yayasan yang didirikan perorangan misalnya Ford Foundation, Rockefeler Found dsb.
f. Kredit dari Bank
g. Festival Internasional
Beberapa festival di luar negeri meneydiakan bantuan untuk dana produksi dan tentunya menyediakan hadiah/penghargaan bagi pemenangnya. Antara lain: Roterdam FF, Pusan FF, dsb
Organisasi Pelaksana Produksi
adalah organisasi yang menyelenggarakan produksi.
Oragnisasi ini berperan dalam pembuatan produksi dan bertugas melaksanakan persiapan hingga siap tayang atau siap ditonton oleh audience. Tim produksi ini bisa merupakan lembaga lembaga yang berkompeten, production house dan televisi.
Tugas dan Tangungjawab Pelaksana Produksi
Produser:
Bertanggung jawab terhadap perencanaan produksi. Ide bisa datang dari produser ataupun orang lain. Produser harus memiliki kepekaan terhapa kepentingan khalayak penonton.
Produser juga bertugas:
Melakukan konsultasi dengan penulis naskah.
Melakukan analisa dan bedah naskah
Menyusun crew produksi
Merencanakan susunan artis bersama pengarah acara
Merencanakan anggaran Produksi
Membentuk unit pelaksana kerja produksi, PD, FD, Asisten PD, Art Director, Unit Manajer
Merencanakan peralatan yang dibutuhkan sesuai tuntutan naskah yang dikonsultasikan bersama Technical Director.
Membagikan scenario kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan produksi.
Mengawasi kegiatan produksi secara menyeluruh
Memperhatikan latihan latihan dan melakukan evaluasi yang diperlukan tanpa merubah anggaran
Evaluasi waktu
Bila siaran Live, membantu PA
Bila rekaman, memastikan gambar gambar yang akan digunakan bersama PA
Berkoordinasi dengan stasiun penyiaran.
Pengarah Acara
Pengarah acara adalah orang yang bertugas menginterpretasikan naskah kedalam bentuk audio visual, pola pikirnyh harus mengingat kepentingan khalayak dan sejalan dengan pemikiran produser. Pengarah Acara harus kreatif, mampu bekerjasama dengan pihak lain, ngemong, mendengarkan dan menerima pendapat oranglain yang mendukung proses produksi, serta menjadi pengambil keputusan yang tepat. Bertanggungjawab terhadap hasil kerjanya.
Mampu mengarahkan artis
Mampu mengarahkan kameraman
Mampu mengarahkan tata cahaya
Mengerti dan mengarahkan tata suara
Mengarahkan dan mengerti tata artistic
Mengarahkan kostum, makeup, set dekor, property
Penulis Naskah
Bila diperlukan, bekerjasama dengan Produser dan Pengarah Acara dalam mengembangkan naskah dan formatnya, merevisi sampai ada kesepakatan.
Asisten Pengarah Acara
Membantu PA menyiapkan produksi
Membantu PA mengarahkan dan melatih baik didalam maupun luar studio
Membantu PA dalam pengambilan gambar dengan memberi tanda tanda
Membantu PA saat editing
Membuat Camera Card
Pengarah Teknik
Mendiskusikan fasilitas teknik yang diperlukan dengan PA dan atau Produser
Bertanggungjawab terhadap kualitas teknik
Bertindak sebagai Switcherman pada saat latihan dan rekaman
Mengoperasikan Switcing Board pada saat Pasca Produksi
Penata Suara
Menyusun tim audio bersama PA
Menyiapkan logistik rekaman
Memimpin kerabat kerja audio dan Control Room
Menyiapkan audio pada audio consul
Melakukan Checking terhadap mike dan audio balance
Melakukan audio mixing
Mengoperasikan audio consul pada saat pasca produsi
Penata Cahaya
Berdiskusi dengan PA dan Perekayasa dekorasi tentang tata letak dekornya
Melakukan inovasi tata cahaya sesuai kebutuhan naskah dan skema penempatan lampu
Mengawasi penempatan dan focus peralatan tata cahaya
Mengarahkan penataan peralatan tata cahaya agar dihasilkan tata cahaya yang optimal dan seimbang
Memimpin dan mengrahkan pengoperasian peralatan tata cahaya
Rekayasa Dekorasi
Berdiskusi dengan PA, Penata Cahaya tentang tata letak dekorasi secara keseluruhan
Melakukan inovasi setting dan design sesuai kebutuhan naskah
Mengawasi pembuatan konstruksi set
Mengawasi aktifitas perekayasaan dan tata panggung di studio 
Melakukan perubahan jika diperlukan
Bertanggung jawab terhadap seluruh aktifitas di studio/stage
      Bertindak sebagai Pengarah Acara (melihat dan mendengarkan apa yang terjadi di lantai studio saat latihan dan produksi)
Melanjutkan aba aba dari PA kepada pengisi acara baik saat latihan maupun
produksi
Bertanggung jawab terhadap property dan kostum selama latihan
Kamerawan
Mempersiapkan kamera untuk produksi
Mengoperasikan kamera selama latihan dan produksi
                  Teknisi
      Menyiapkan dan menset kamera agar menghasilkan gambar yang bagus
      Menjaga Camera Control Unit agar ketajaman tidak berubah ubah meskipun  terjadi perubahan situasi
      Membantu PA untuk mendapatkan visual effect yang dibutuhkan
     Memberikan solusi bersama penata cahaya bila terjadi kebocoran cahaya dalam pengambilan gambar
      Menjaga CCU selam produksi

Sabtu, 29 Januari 2011

SUSUNAN KRU PRODUKSI TELEVISI

Ketika sebuah film Hollywood usai, maka antri lah ratusan nama yang terlibat dalam produksi film tersebut mulai dari pemeran, produser, sutradara, kameramen, penulis naskah, editor film, penata artistik, penata kostum, make up artist, penata musik, penata cahaya, visual efek artist, stunt man, dst. Pada produksi home video, semua urusan tersebut juga idealnya diperhatikan meski dengan segala keterbatasannya. Sebuah studio syuting yang biasa mengerjakan liputan acara (wedding misalnya), biasanya minimal terdiri dari 2 unsur kerja, yaitu kameramen dan editor. Kedua person inilah yang dalam pekerjaannya masing-masing, mengambil banyak peran yang pada commercial film making dikerjakan oleh orang-orang khusus di bidang kompetensinya masing-masing. Sedangkan untuk keperluan dokumentasi kantor atau rumahan, mungkin pula kameramen dan editor itu dirangkap pula oleh satu orang, menjadikannya single fighter. Ini wajar saja terjadi, namun yang tetap harus diingat ialah, bahwa sejumlah unsur pekerjaan yang telah disebutkan di atas sebenarnya saling terkait dan saling menunjang dalam terciptanya proses produksi yang efektif, efisien, dalam rangka menghasilkan karya yang baik. Dengan kata lain, meskipun tak ada tenaga kerja khusus yang dialokasikan untuk peran kerja tertentu, sedapat mungkin hal-hal tersebut dipersiapkan sesuai dengan kemampuan yang ada.

Susunan Kru

Producer
Orang yang memproduksi film, yaitu yang merumuskan suatu proyek film, menyusun dan memimpin tim produksi agar proyek tersebut mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan.
Product Designer (Desainer produksi)
Tergantung kesepakatan job, dapat bertugas merancang sejumlah aspek produksi film hingga detil, misalnya hingga ke aspek marketing.
Scriptwriter (penulis naskah/skenario)
Film dibuat berdasarkan suatu naskah/skenario yang memiliki format tertentu sedemikian rupa yang dimengerti oleh kru produksi film. Skenario ini dapat berasal dari
cerita novel, naskah adaptasi, maupun cerita asli. Penulis naskah lah yang melakukan pekerjaan ini.
Director (Sutradara)
Orang yang menerjemahkan bahasa tulisan dari sebuah skenario ke dalam bahasa visual hasil syuting maupun elemen visual lain. Termasuk mengarahkan adegan dan
dialog para pelaku, serta mengkoordinasikan kru yang berkaitan dengan tugas utamanya tersebut.
Director of Photografy (Penata Kamera)
Orang yang membantu sutradara dalam penerjemahan “bahasa tulisan ke visual” melalui pemilihan angle dan gerakan kamera, serta pencahayaan. Dalam proyek kecil, penata kamera ini dirangkap oleh seorang kameramen yang juga mengatur peran petugas pencahayaan (lighting man).
Art Director (Penata Artistik)
Menyediakan segala properti, tempat dan lingkungan pengambilan gambar untuk tiap-tiap adegan, menyesuaikan diri dengan setting adegan yang disebutkan dalam skenario.
Make-up Artist (Penata rias)
Melakukan penataan rias untuk para pelaku adegan, termasuk penataan rambut.
Wardrobe/Costume Designer
Merancang pakaian untuk para pelaku adegan, sesuai dengan setting cerita dalam skenario.
Music Arranger (Penata Musik)
Mendesain ilustrasi musik untuk film, dapat berasal dari ciptaan sendiri atau karya orang lain yang ditata ulang.
Editor
Melakukan pengeditan gambar, menyusunnya menjadi cerita yang utuh sesuai skenario, dan menambah elemen-elemen lain yang diperlukan, seperti sound dan musik ilustrasi, melakukan sentuhan-sentuhan artistik lain melalui grafis sehingga tercipta mood/style film tertentu.

Artikel dari http://captun.net