Tampilkan postingan dengan label produksi tv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label produksi tv. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Materi gambar 5D dan 7D untuk Program TV

Akhir-akhir ini, banyak film dan v-klip yang menggunakan kamera DSLR EOS 5D & 7D (yang teman-teman dan saya sering bilang "shooting kok pake tustel?") sebagai bahan baku. Dari segi produksi, saya melihat hal ini memang menguntungkan. Harga nya yang relatif murah dan gambar yang tidak kalah bagus bila dibandingkan dengan kamera video dan film 'beneran'.
slr 5dSekarang saya ingin tahu tanggapan teman-teman bila shooting program TV (feature, reality show, magazine) bila menggunakan kamera ini. Ini menjadi pertanyaan bagi saya setelah mebantu beberapa teman yang sedang menjalankan tugas kuliah di FFTV-IKJ. Beberapa kelompok menggunakan kamera ini sebagai materi visualnya untuk program TV non-drama. Yang saya rasakan setelah membantu pascaproduksi (audio-post) mereka ada kejanggalan, seperti:
-Kamera tersebut mempunyai spek yang minim untuk audio, jadi mau tidak mau mesti menggunakan sistem perekaman double system (perekaman gambar dan suara secara terpisah). Dimana pada saat transfer data & editing, editor harus mensinkronkan gambar dengan suara dan sebuah program TV harus bergerak cepat maka dari itu tidak menggunakan slate sebagai acuan untuk sinkronisasi. Jadi, saya hanya berkata sabar kepada editor
-Kebutuhan transfer data jika memory penuh. Lain dengan bahan baku kaset mini dv/dvcam yang dicapture belakangan dan bahan baku tersebut mampu merekam selama kurang lebih 40-60 menit per kaset.
-5D & 7D untuk saat ini hanya compatible dengan software editing Final Cut Pro. Dan untuk import ke timeline tersebut membutuhkan proses transcoding dari codec H264 ke Apple ProRes 422. Tentu saja, memakan waktu lebih lama. Lamanya mentransfer 1 klip itu hampir real time. Bila 1 klip berdurasi 1 menit, maka transfer memakan waktu hampir 1 menit juga. Saya rasa ini akan menghambat waktu menuju proses tayang.
-Kamera tersebut progressive scaning yang scale sizenya 1920x1080. Sedangkan untuk tayang di TV yang saya tahu itu PAL 720x576 dan interlaced. Memakan waktu juga pada tahap export/convert.
-Saya sudah bertukarpikiran dengan teman-teman yang di broadcast kalau Indonesia belum bisa menyajikan HD untuk tayangan TV. Dan saya berpikiran, "buat apa shooting dengan HD namun ditayangkan SD?

Jumat, 11 Februari 2011

Manajemen Broadcast dan Produksi Televisi

Manajemen Produksi
Manajemen yang kuat dan terancang baik akan sangat mengurangi resiko kegagalan karena sudah mengurusi masalah keuangan dan logistic. Pelajaran ini akan membahas proses memproduksi film, mulai dari ide hingga distribusi. Bagian akhir bab ini akan membahas strategi sukses. Secara garis besar, langkah-langkah inilah yang akan dilakukan:
  • Mendapatkan Naskah: Langkah pertama dalam pembuatan film adalah mendapatkan naskah yang cocok. Ini bisa dilakukan dengan mendapatkan naskah yang sudah ada atau menugaskan seorang penulis membuat cerita baru atau adaptasi. Daripada membeli putus, produser biasanya mendapatkan opsi atas suatu karya dengan sejumlah uang. Opsi memberi produser hak atas suatu karya selama jangka waktu tertentu. Ini melindungi produser kalau-kalau tidak bisa mendapatkan dana untuk membuat film.
  • Financing/Pembiayaan: Pembiayaan adalah proses mendapatkan uang untuk pembuatan film. Ini dilakukan dengan mendirikan sebuah badan usaha untuk perusahaan produksi dan menentukan pembagian keuntungan kepada para investor.
  • Development: Dalam proses ini naskah dibagi-bagi menjadi bagian-bagian produksi sehingga anda bisa menentukan anggaran dan membereskan bagian-bagian tersebut, sehingga bisa dibuat jadwal produksi yang efisien.
  • Pra-produksi: Disini dilakukan persiapan untuk pengambilan gambar seperti menetapkan pemeran, kerabat kerja, dan lokasi.
  • Produksi: Produksi adalah proses pengambilan gambar. Disini semua unsur teknis dan kreatif (naskah, actor, sinematografi, suara dll) bergabung di bawah pengawasan kreatif sang sutradara.
  • Pasca-produksi: Di pasca produksi adalah proses penyuntingan film, menambah ilustrasi music, mixing suara dan membuat hasil akhir produk, seperti dalam bentuk rol film atau keping dvd.
  • Distribusi: Adalah cara menyampaikan film ke khalayak sasaran. Termasuk didalamnya adalah rencana pemasaran, yaitu cara membuat khalayak sadar akan keberadaan film.
Produser
Produser adalah orang di puncak proyek pembuatan film atau video. Ia mempunyai wewenang tertinggi dan memimpin dewan komisaris suatu perusahaan. Produser bisa bekerja secara independen atau dipekerjakan oleh studio untuk mengepalai sebuah proyek.
  • Produser Independen: Produser independen memiliki kendali penuh sebuah proyek karena dia sendiri yang memilih naskah, mengumpulkan dana, menyusun anggaran, dan memilih personil kunci. Dia hanya bertanggung jawab kepada penyandang dana dan tanggung jawabnya adalah memberikan keuntungan yang pantas sebagai imbalannya.
  • Produser Sewaan: Produser sewaan punya peran yang lebih terbatas daripada produser independen. Naskah, pembiayaan, dan talent kunci mungkin sudah ditetapkan saat dia mulai dipekerjakan.
Produksi besar biasanya membutuhkan beberapa produser untuk menangani berbagai aspek proyek. Para produser ini merupakan “upper management” produksi ini. Jabatan dan tanggung jawabnya bisa beragam, namun umumnya terbagi seperti ini :
  • Produser Eksekutif: Mengurusi masalah-masalah strategis seperti project development, pembiayaan dan distribusi. Dia tidak terlibat dalam produksi sehari-hari.
  • Line Produser: Berurusan dengan masalah produksi sehari-hari bisa ada lebih dari satu line produser, masing-masing mengurusi bagian proyek atau anggaran tertentu.
  • Associate Produser: Secara umum tugasnya adalah membantu produser eksekutif dan line produser. Biasanya jabatan ini diberikan kepada orang yang membawa bagian penting ke produksi, misalnya yang membawa hak atas suatu karya/naskah.
Para Pembantu Produser
Produser mempunyai sekelompok orang yang menangani pekerjaan administrasi harian dalam produksi film. Mereka adalah manajemen menengah dalam proyek dan membentuk departemen produksi.
  • Manajer Produksi: Adalah pengawas garis depan dan kepala departemen produksi. Dia membuat jadwal produksi, mengesahkan pengeluaran dan mengatur anggaran. Selain itu dia juga merundingkan kesepakatan dengan para kru, peralatan, dan lokasi. Manajer produksi bertanggung jawab langsung ke produser atau line produser. Dia disebut juga unit production manager atau unit manajer.
  • Asisten Sutradara: tugasnya mengurusi set yang berwujud fisik. Ia bertangggung jawab atas kelancaran shooting. Ini dilakukannya dengan memilah informasi dan mengkoordinasi cast dan kru, supaya mereka siap untuk setiap shot tepat pada waktunya. Pada produksi besar akan ada astrada 2 dan 3 mereka mengerjakan tugas administrasi dan tetek bengeknya astrada 1.
  • Manajer produksi bekerja dikantor dan jarang berada di set. Karena itu tugas penting astrada adalah penghubung antara sutradara dan manajer produksi. Ketika muncul masalah jadwal atau logistic, astrada menjelaskannya dengan manajer produksi, sehingga sutradara tetap focus pada shooting. Bayaran astrada yang bagus terbayar dengan sendirinya dan penghematan yang dilakukannya.
  • Manajer Lokasi: Bertanggung jawab mencari tempat yang cocok untuk shooting dan mengurusi masalah biaya dan perijinan lokasi yang akan dipakai. Saat produksi, manajer lokasi berurusan dengan orang diluar perusahaan produksi seperti : pemilik gedung dan polisi. Manajer lokasi tidak selalu dibutuhkan sepanjang produksi dan bisa dipekerjakan sesuai kebutuhan. Pada produksi besar, manajer lokasi bisa punya satu asisten atau lebih.
  • Akuntan Produksi: Disebut juga auditor produksi, bertanggung jawab atas akuntansi dan tatabuku yang berhubungan dengan proyek. Termasuk didalamnya pembayaran, gaji dan laporan keuangan. Pada proyek gede dia biasanya punya asisten yang ngurusin gajian dan tagihan.
  • Koordinator Kantor Produksi: Pada dasarnya adalah office manager, tanggung jawabnya a.l mengedarkan kertas administrasi, mengkoordinir rapat, mengatur asuransi, mengatur masalah perjalanan dan memesan peralatan dan persediaan kantor. Dia juga menutup semua departemen di akhir produksi.
  • Production Assistant: Bertanggung jawab mengurusi berbagai pekerjaan agar produksi berjalan lancar, seperti mengetik, mengatur penonton, dll. Manajer produksi, sutradara dan astrada bisa dibantu satu PA atau lebih.